Rabu, 28 Januari 2026

Kinerja Pengasuhan (L.13117)

Definisi : Kemampuan dalam memberikan perawatan bagi anak atau anggota keluarga untuk mendukung dan membangun aspek fisik, emosi, dan sosial

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama (...) x 24 jam maka kinerja pengasuhan meningkat dengan kriteria hasil :

1.        Pemenuhan kebutuhan fisik anak Meningkat.

2.        Pemenuhan kebutuhan emosional anak Meningkat.

3.        Pemenuhan kebutuhan sosial anak Meningkat.

4.        Pemenuhan kebutuhan khusus anak Meningkat.

5.        Peneyediaan nutrisi sesuai usia Meningkat.

6.        Perawatan kesehatan anak Meningkat.

7.        Stimulasi perkembangan kognitif Meningkat.

8.        Stimulasi perkembangan sosial Meningkat.

9.        Stimulasi perkembangan emosi Meningkat.

10.    Stimulasi perkembangan spiritual Meningkat.

11.    Interaksi sesuai temperamen anak Meningkat.

12.    Penggunaan disiplin sesuai usia Meningkat.

13.    Berinteraksi dengan anak Meningkat.

14.    Empati pada anak Meningkat.

15.    Komunikasi terbuka pada anak Meningkat.

16.    Verbalisasi positif pada anak Meningkat.

17.    Hubungan saling mencintai Meningkat.

18.    Harapan realistis peran Meningkat.

19.    Ekspresi kepuasan peran orang tua Meningkat.

20.    Bahaya lingkungan Menurun.

21.    Komunikasi tertutup pada anak Menurun.

22.    Ekspresi harga diri negatif Menurun.

Refrensi : PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.

Komunikasi Verbal (L.13118)

Definisi : Kemampuan menerima, memproses, mengirim, dan/atau menggunakan sistem symbol

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama (...) x 24 jam maka komunikasi verbal meningkat dengan kriteria hasil :

1.        Kemampuan berbicara Meningkat.

2.        Kemampuan mendengar Meningkat.

3.        Kesesuaian ekspresi wajah/tubuh Meningkat.

4.        Kontak mata Meningkat.

5.        Kemampuan memahami komunikasi Meningkat.

6.        Afasia Menurun.

7.        Disfasia Menurun.

8.        Apraksia Menurun.

9.        Disleksia Menurun.

10.    Diartria Menurun.

11.    Afonia Menurun.

12.    Dislalia Menurun.

13.    Pelo Menurun.

14.    Gagap Menurun.

15.    Respon perilaku Membaik.

Refrensi : PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.


Konsep Diri (L.09076)

Definisi : Pola persepsi yang cukup untuk merasa sejahtera

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama (...) x 24 jam maka konsep diri membaik dengan kriteria hasil :

1.        Verbalisasi kepuasan terhadap diri Meningkat.

2.        Verbalisasi kepuasan terhadap harga diri Meningkat.

3.        Verbalisasi kepuasan terhadap penampilan peran Meningkat.

4.        Verbalisasi kepuasan terhadap citra tubuh Meningkat.Meningkat.

5.        Verbalisasi kepuasan terhadap identitas diri Meningkat.

6.        Verbalisasi keinginan meningkatkan konsep diri Meningkat.

7.        Verbalisasi rasa percaya diri Meningkat.

8.        Verbalisasi penerimaan terhadap kelebihan diri Meningkat.

9.        Verbalisasi penerimaan terhadap keterbatasan diri Meningkat.

10.    Tindakan sesuai perasaan Membaik.

Refrensi : PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.

Konservasi Energi (L.05040)

Definisi : Kemampuan menggunakan energi secara efektif dan efisien

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama (...) x 24 jam maka konservasi energi meningkat dengan kriteria hasil :

1.        Kemampuan melakukan aktivitas fisik yang direkomendasikan Meningkat.

2.        Kemampuan melakukan Aktivitas yang tepat Meningkat.

3.        Kemampuan melakukan Strategi untuk menyeimbangkan aktivitas dan istirahat Meningkat.

4.        Kemampuan melakukan Teknik konservasi energi Meningkat.

5.        Kemampuan melakukan Teknik pernapasan yang efektif Meningkat.

6.        Mekanika tubuh yang tepat Meningkat.

7.        Kemampuan melakukan teknik menyederhanakan pekerjaan Meningkat.

8.        Kemampuan menggunakan alat bantu yang benar Meningkat.

9.        Pembatasan aktivitas Menurun.  

10.    Faktor-faktor yang meningkatkan penggunaan energi Menurun.

Refrensi : PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.


Kontinensia Fekal (L.04035)

Definisi : Kemampuan untuk mengontrol buang air besar

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama (...) x 24 jam maka kontinensia fekal membaik dengan kriteria hasil :

1.        Kemampuan mengontrol pengeluaran feses Meningkat.

2.        Penggunaan laksatif Menurun.

3.        Penggunaan enema Menurun.

4.        Skor : Memburuk 1, Cukup Memburuk 2, Sedang 3, Cukup Membaik 4, 5

5.        Kemampuan menunda pengeluaran feses Membaik.

6.        Frekuensi BAK Membaik.

7.        Kondisi kulit perianal Membaik.

Refrensi : PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.


Kontinensia Urine (L.04036)

Definisi : Kemampuan untuk mengontrol air kecil

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama (...) x 24 jam maka kontinensia urine membaik dengan kriteria hasil :

1.        Kemampuan mengontrol pengeluaran urin Meningkat.

2.        Nokturia Menurun.

3.        Residu volume urin setelah BAK Menurun.

4.        Distensi kandung kemih Menurun.

5.        Dribbling Menurun.

6.        Hesitancy Menurun.

7.        Enuresis Menurun.

8.        Verbalisasi pengeluaran urin tidak tuntas Menurun.

9.        Kemampuan menunda pengeluaran urine Membaik.

10.    Frekuensi BAK Membaik.

11.    Sensasi BAK Membaik.

Refrensi : PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.

Kontrol Diri (L.09076)

Definisi : Kemampuan untuk mengendalikan atau mengatur emosi, pikiran, dan perilaku dalam menghadapi masalah

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama (...) x 24 jam maka kontrol diri meningkat dengan kriteria hasil :

1.        Verbalisasi ancaman kepada orang lain Menurun.

2.        Verbalisasi umpatan Menurun.

3.        Perilaku menyerang Menurun.

4.        Perilaku melukai diri sendiri/ orang lain Menurun.

5.        Perilaku merusak lingkungan sekitar Menurun.

6.        Perilaku agresif/amuk Menurun.

7.        Suara keras Menurun.

8.        Bicara ketus Menurun.

9.        Verbalisasi keinginan bunuh diri Menurun.

10.    Verbalisasi isyarat bunuh diri Menurun.

11.    Verbalisasi ancaman bunuh diri Menurun.

12.    Verbalisasi rencana bunuh diri Menurun.

13.    Verbalisasi kehilangan hubungan yang penting Menurun.

14.    Perilaku merencanakan bunuh diri Menurun.

15.    Euforia Menurun.

16.    Alam perasaan depresi Menurun.

Refrensi : PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.


Kontrol Gejala (L.14127)

Definisi : Kemampuan untuk mengendalikan atau mengurangi perubahan fungsi fisik dan emosi yang dirasakan akibat munculnya masalah kesehatan

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama (...) x 24 jam maka kontrol gejala meningkat dengan kriteria hasil :

1.        Kemampuan memonitor munculnya gejala secara mandiri Meningkat.

2.        Kemampuan memonitor lama bertahannya gejala Meningkat.

3.        Kemampuan memonitor keparahan gejala Meningkat.

4.        Kemampuan memonitor frekuensi gejala Meningkat.

5.        Kemampuan memonitor variasi gejala Meningkat.

6.        Kemampuan melakukan tindakan pencegahan Meningkat.

7.        Kemampuan melakukan tindakan untuk mengurangi gejala Meningkat.

8.        Mendapatkan perawatan kesehatan saat gejala bahaya muncul Meningkat.

9.        Kemampuan menggunakan sumber-sumber daya yang tersedia Meningkat.

10.    Mencatat hasil pemantauan gejala Meningkat.

11.    Kemampuan melaporkan gejala Meningkat.

Refrensi : PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.

Kontrol Mual/ Muntah (L.10099)

Definisi : Kemampuan untuk mengendalikan atau mengurangi perasaan tidak nyaman pada bagian belakang tenggorokan atau lambung yang dapat menyebabkan muntah.

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama (...) x 24 jam maka kontrol mual/ muntah meningkat dengan kriteria hasil :

1.        Kemampuan mengenali gejala Meningkat.

2.        Kemampuan mengenali penyebab/ pemicu Meningkat.

3.        Kemampuan untuk melakukan tindakan untuk mengontrol mual/ muntah Meningkat.

4.        Melaporkan mual dan muntah terkontrol Meningkat.

5.        Menghindari faktor penyebab/ pemicu Meningkat.

6.        Mencatat pemantauan gejala Meningkat.

7.        Menghindari bau tidak enak Meningkat.

8.        Penggunaan obat antiemetik Menurun.

9.        Melaporkan kegagalan pengobatan antiemetik Menurun.

10.    Melaporkan efek samping obat Menurun.

11.    Melaporkan gejala yang tidak terkontrol Menurun.

Refrensi : PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.

Kontrol Nyeri (L.08063)

Definisi : Tindakan untuk meredakan pengalaman sensorik atau emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama (...) x 24 jam maka ckontrol nyeri dengan kriteria hasil :

1.        Melaporkan nyeri terkontrol Meningkat.

2.        Kemampuan mengenali onset nyeri Meningkat.

3.        Kemampuan mengenali penyebab nyeri Meningkat.

4.        kemampuan menggunakan teknik non-farmakologis Meningkat.

5.        Dukungan orang terderkat Meningkat.

6.        Keluhan nyeri Menurun.

7.        Penggunaan analgesik Menurun.

Refrensi : PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.

Kontrol Pikir (L.09078)

Definisi : Kemampuan seseorang mengendalikan diri dari gangguan persepsi sensori, proses pikir dan isi piker.

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama (...) x 24 jam maka kontrol pikir meningkat dengan kriteria hasil :

1.        Kemampuan mengenali halusinasi dan delusi Meningkat.

2.        Kemampuan menahan diri mengikuti halusinasi dan delusi Meningkat.

3.        Kemampuan memonitor frekuensi halusinasi dan delusi Meningkat.

4.        Kemampuan menjelaskan isi halusinasi dan delusi Meningkat.

5.        Melaporkan penurunan halusinasi dan delusi Meningkat.

6.        Validasi Meningkat.

7.        Kemampuan berinteraksi Meningkat.

8.        Kemampuan memahami ide orang lain Meningkat.

9.        Kesesuaian afek Membaik.

10.    Memandang lingkungan secara akurat Membaik.

11.    Menunjukan pola berpikir yang logis Membaik.

12.    Menunjukan pemikiran yang berdasarkan kenyataan Membaik.

13.    Menunjukan isi pikir positif Membaik.

Refrensi : PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.


Kontrol Risiko (L.14128)

Definisi : Kemampuan untuk mengerti, mencegah, mengeliminasi, atau mengurangi ancaman kesehatan yang dapat dimodifikasi

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama (...) x 24 jam maka kontrol risiko meningkat dengan kriteria hasil :

1.        Kemampuan mencari informasi tentang faktor risiko Meningkat.

2.        Kemampuan mengidentifikasi faktor risiko Meningkat.

3.        Kemampuan melakukan strategi kontrol risiko Meningkat.

4.        Kemampuan mengubah perilaku Meningkat.

5.        Komitmen terhadap strategi Meningkat.

6.        Kemampuan modifikasi gaya hidup Meningkat.

7.        Kemampuan menghindari faktor risiko Meningkat.

8.        Kemampuan mengenali perubahan status kesehatan Meningkat.

9.        Kemampuan berpartisipasi dalam skrining risiko Meningkat.

10.    Penggunaan fasilitas kesehatan Meningkat.

11.    Penggunaan sistem pendukung Meningkat.

12.    Pemantauan perubahan status kesehatan Meningkat.

13.    Imunisasi Meningkat.

Refrensi : PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.

Koordinasi Pergerakan (L.05041)

Definisi : Kemampuan otot untuk selaras dengan gerakan tubuh yang sesuai dan terarah

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama (...) x 24 jam maka koordinasi pergerakan meningkat dengan kriteria hasil :

1.        Kekuatan otot Meningkat.

2.        Kontrol gerakan Meningkat.

3.        Keseimbangan gerakan Meningkat.

4.        Kemantapan gerakan Meningkat.

5.        Kehalusan gerakan Meningkat.

6.        Gerakan ke arah yang diinginkan Meningkat.

7.        Gerakan dengan waktu yang diinginkan Meningkat.

8.        Gerakan dengan kecepatan yang diinginkan Meningkat.

9.        Gerakan dengan ketepatan yang diinginkan Meningkat.

10.    Tegangan otot Menurun.

11.    Kram otot Menurun.

12.    Bentuk otot Membaik.

13.    Kecepatan gerakan Membaik.

Refrensi : PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.

Manajemen Kesehatan (L.12104)

Definisi : Kemampuan mengatur dan mengintegrasikan penanganan masalah kesehatan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai status kesehatan optimal.

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama (...) x 24 jam maka manajemen kesehatan meningkat dengan kriteria hasil :

1.        Melakukan tindakan untuk mengurangi faktor risiko Meningkat.

2.        Menerapakna program perawatan Meningkat.

3.        Aktivitas hidup sehari-hari efektif untuk memenuhi tujuan kesehatan Meningkat.

4.        Verbalisasi kesulitan dalam menjalani program perawatan/ pengobatan Menurun.

Refrensi : PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.

Manajemen Kesehatan Keluarga (L.12105)

Definisi : Kemampuan keluarga menangani masalah kesehatan keluarga secara optimal untuk memulihkan kondisi kesehatan anggota keluarga.

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama (...) x 24 jam maka manajemen kesehatan keluarga meningkat dengan kriteria hasil :

1.        Kemampuan menjelaskan masalah kesehatan yang dialami Meningkat

2.        Aktivitas keluarga mengatasi masalah kesehatan tepat Meningkat

3.        Tindakan untuk mengurangi faktor risiko Meningkat

4.        Verbalisasi kesulitan menjalankan perawatan yang ditetapkan Menurun

5.        Gejala penyakit anggota keluarga Menurun

Refrensi : PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.

Memori (L.09079)

Definisi : Kemampuan mengingat beberapa informasi atau perilaku.

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama (...) x 24 jam maka memori meningkat dengan kriteria hasil :

1.        Verbalisasi kemampuan mempelajari hal baru Meningkat.

2.        Verbalisasi kemampuan mengingat informasi faktual Meningkat.

3.        Verbalisasi kemampuan mengingat perilaku tertentu yang pernah dilakukan Meningkat.

4.        Verbalisasi kemampuan mengingat peristiwa Meningkat.

5.        Melakukan kemampuan yang dipelajari Meningkat.

6.        Verbalisasi pengalaman lupa Menurun.

7.        Verbalisasi lupa Jadwal Menurun.

8.        Verbalisasi mudah lupa Menurun.

Refrensi : PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.

Mobilitas Fisik (L.05042)

Definisi : Kemampuan dalam gerakan fisik dari satu atau lebih ekstremitas secara mandiri.

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama (...) x 24 jam maka mobilitas fisik mobiltas fisik meningkat dengan kriteria hasil :

1.        Pergerakan ekstremitas Meningkat.

2.        Kekuatan otot Meningkat.

3.        Rentang gerak (ROM) Meningkat.

4.        Nyeri Menurun.

5.        Cemas Menurun.

6.        Kaku sendi Menurun.

7.        Gerakan tidak terkoordinasi Menurun.

8.        Gerakan terbatas Menurun.

9.        Kelemahan fisik Menurun.          

Refrensi : PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.

Kinerja Pengasuhan (L.13117)

Definisi : Kemampuan dalam memberikan perawatan bagi anak atau anggota keluarga untuk mendukung dan membangun aspek fisik, emosi, dan sosia...